Sajak Tiang Bendera

"Sajak Tiang Bendera"

07:56pm, Sel 25-03-2014

Hari senin telah tiba.
Kerumunan manusia seketika hormat kepadamu.
Seketika pula mereka memuji kebesaran dan kejayaanmu.
Tetapi setelah itu, mereka hilang ditiup angin lalu.

Ketika seremoni telah usai.
Tiada satupun insan yang rela mencintaimu.
Itu hanya topeng kemunafikan yang kentara.
Mereka tenggelam dalam sejuta hegomoni keduniaan.
Mereka terperosok jurang individualisme yang menjebak.
Terasuki jiwa imperialis yang kian edan.

Kini tiang - tiang penyanggamu tak sekokoh dulu lagi.
Ingatkah kau manakala ada yang mencoba menggoyangnmu.
Saat itu tiangmu teramat kokoh menahan goncangan yang maha dahsyat.
Kini hanya tinggal tiang tua yang sekarat, yang tinggal menunggu ajal.

Mentari pun iba melihat tiang yang malang itu..
Tangisannya membelai bumi dengan tulus.
Ia mendapati sang tiang itu meratap dengan pandangan nanar, dan ia pun bertitah.
Masih adakah jiwa yang tulus mencintaiku.

Komentar

Postingan Populer